Showing posts with label Portfolio. Show all posts
Showing posts with label Portfolio. Show all posts

Friday, June 26, 2009

Keindahan Tengkorak oleh Arian Arifin


Selain dikenal sebagai vokalis dari band rock Seringai, Arian Arifin juga dikenal sebagai seniman lukis berbakat yang karya-karyanya banyak terinsipirasi oleh musik heavy metal dan hardcore punk dengan objek Tengkorak yang banyak menghiasi karya-karyanya.

Di tangan Arian, tengkorak manusia yang biasanya mempunyai citra menyeramkan dapat juga terlihat indah dalam tampilan sebuah karya seni yang menakjubkan.

Kami di Gusto Sign merasa terhormat akhirnya dapat bekerjasama dengan Arian Arifin dalam pengerjaan karya-karya lukisnya.

Melalui teknologi yang kami miliki, karya Arian dapat ditampilkan dalam bentuk laser print pada material akrilik.

Karya-karya Arian yang bekerjasama dengan Gusto Sign, telah tampil dalam beberapa eksibisi kesenian yang sudah terselenggara di beberapa gallery dan art space di Jakarta dan Bandung.

Berikut ini adalah petikan perbincangan kami dengan Arian yang berbicara mengenai inspirasinya, kegiatan terbarunya melukis pada tangki chopper dan keinginannya untuk menggali kubur dalam rangka mencari tengkorak manusia.

Bagi yang belum pernah melihat karya dari Arian Arifin, bagaimana kamu mendeskripsikan karyamu sendiri?

‘80s skateboard culture’s graphic, heavy metal and hardcore punk’s graphic style. :D

Mungkin ini sudah banyak ditanyakan, namun mengapa tengkorak? Seberapa besar obsesi Arian terhadap tengkorak?

Karena gue suka saja. Menurut gue, estetika tengkorak dan belulang keren. Gue masih pengen punya tengkorak manusia, sejauh ini belum punya. Mungkin harus gravedigging. x)

Medium atau material seperti apa saja yang biasa digunakan dalam berkarya?

Kebanyakan rapido, tinta cina dan tinta rapido di atas kertas 160gsm, acid free. Ada juga beberapa karya laserprint on acryllic board, silkscreen, juga paintpen dan acryllic on canvas. Tapi terakhir justru mengerjakan lukisan di atas tangki chopper. :D

Bisa diceritakan sedikit mengenai karya-karya Arian yang dibantu eksekusi pengerjaannya oleh Gusto? Terbuat dari material apa dan alasannya untuk menggunakan material tersebut.

Pertama gue dikenalkan dari seorang teman, Iit dari toko Omuniuum, dan tertarik untuk mencoba membuat karya dengan teknik-teknik yang bisa diproduksi oleh Gusto Sign. Akhirnya menawarkan kerjasama untuk proyek pameran Semarak Tengkorak dengan empat seniman tengkorak lainnya. Setelah Semarak Tengkorak, ada dua pameran lagi yang menggunakan jasa Gusto Sign, Untitled di Selasar Sunaryo dan Deer Andry di Galeri S14, Bandung juga Ruang Rupa, Jakarta.

Sebenarnya ada banyak jenis teknik yang ingin dicoba, tapi sekarang masih fokus ke print on acrylic board. Hampir seperti lukisan di atas kaca, tapi tentunya lebih presisi. Kebanyakan karya ini saya memilih clear acrylic board, supaya kalau ada pencahayaan terutama dari belakang, karya menjadi lebih ‘keluar’.

Jika ke depannya Arian kembali bekerjasama dengan Gusto, apakah ada rencana untuk mencoba material lain selain material yang dulu digunakan?

Tentu saja. Mungkin paling dekat adalah kayu.

Atau ingin mencoba menggunakan penerapan teknik laser seperti laser cutting atau engraving untuk karya-karya selanjutnya?

Ya. Gue sedang menyelesaikan sebuah set gambar yang nantinya akan menggunakan proses laser engraving.

Seberapa penting menurut Arian peran workshop seperti Gusto Sign bagi para seniman? Soalnya ada beberapa kasus, si seniman punya banyak ide tapi tidak tahu harus kemana untuk merealisasikan idenya tersebut.

Penting, supaya bisa eksplor proses karya menjadi karya yang bagus.

Untuk sebuah karya, mana yang Arian pilih: karya dengan ide cemerlang namun dengan hasil akhir yang terlihat kurang sempurna atau karya yang berangkat dari ide yang biasa saja namun dengan hasil akhir yang sempurna?

Ide sederhana dengan hasil akhir yang keren. :D


all photos courtesy of aparatmati.multiply.com, textureculture.com and dailywhatnot.com

Impian Magdalena Untuk Indonesia


Seniman lulusan Institut Kesenian Jakarta, Rotua Magdalena P. Agung yang juga pendiri dari kelompok kreatif Kama Artwork belum lama ini kembali tampil dalam solo exhibitionnya yang keenam. Kali ini bertempat di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia. Diselenggarakan pada tanggal 12 Maret hingga 21 Maret 2009.


Pada pamerannya yang bertajuk Impianku Untuk Indonesia Kreatif, ia menampilkan karya-karyanya dalam bentuk projek ruang artistik yang menggabungkan seni murni, desain, kriya dan teknologi.


Pada pameran ini, Gusto Sign turut membantu pengerjaan beberapa karyanya dengan teknologi laser cutting dan engraving yang kami miliki.


Simak perbincangan singkat kami dengan ibu Magdalena mengenai pamerannya kali ini.



Apa tema besar dari pameran kali ini?


Mimpiku untuk Indonesia kreatif. Pameran ini adalah sebuah bentuk kecintaan saya terhadap Indonesia dan keinginan saya untuk mengembangkan budaya lokal yang tercermin dari hasil karya seni. Saya yakin bahwa produk Indonesia tidak kalah dengan produk dari luar negeri asalkan kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga dan menghargai produk Indonesia.


Menurut ibu Magda, apa keunggulan kesenian tradisional negeri ini yang tidak dimiliki oleh kesenian tradisional Negara lain?


Keunggulannya dalam keragaman budaya dari ribuan pulau Indonesia dengan kekayaan ragam budaya dan ornamentnya.


Bagaimana ibu Magda melihat perkembangan generasi muda dari perupa Indonesia sekarang ini? Apakah mereka cukup apresiatif dengan kesenian tradisional Indonesia?


Cukup baik , semakin menyadari untuk menggali budaya etnik bangsa sebagai identitas lokal dalam berkarya.


Terdiri dari bentuk karya apa saja kah yang ibu Magda tampilkan dalam pameran kali ini?

Lukisan dan instalasi merchandise



Bisa disebutkan beberapa karya ibu Magda dalam pameran ini yang dibantu pengerjaannya oleh Gusto Sign?


Manequin path, lampu akrilik, jam akrilik, tatakan makan akrilik, wind chime



Bagaimana proses pembuatan dari karya-karya yang dibantu pengerjaannya oleh Gusto Sign? Mulai dari perancangaan hingga eksekusi?


Ide muncul dengan diskusi dengan pak Martin dari pihak Gusto Sign. Lalu saya buat draft image, skala ukuran dalam program freehand lalu cetak laser dan finishing.



Seberapa pentingnya workshop seperti Gusto bagi kalangan seniman dalam berkarya? Apakah workshop hanya sebagai alat bantu untuk mempercantik saja atau malah dapat membantu untuk merealisasikan ide-ide?


Sungguh sangat membantu dalam merealisasikan ide ide. Melalui workshop, kita para seniman dapat membuat ide yang sebelumnya hanya dalam angan angan menjadi nyata.


Seni bertemu dengan teknologi, dan sebaiknya seniman harusnya mengerti tentang teknologi walaupun tidak menguasai 100%. Dan Gusto memiliki team yang sangat eksploratif dan mampu mewujudkan ide ide seni saya dan team kama artwork....thanks a alot ya....


















semua foto yang ditampilkan dalam artikel ini adalah karya Magdalena yang dibantu pengerjaannya oleh Gusto Sign.

all photos courtesy of blog desain grafis indonesia.


Sunday, June 21, 2009

These Boots Are Made For Walkin’


“Sepasang sepatu boot yang kuat akan lebih banyak membantu kejayaan sosialisme daripada mata berwarna hitam” begitu kata penulis asal Rusia Maxim Gorky.

Namun bagi Tegep Oktaviansyah, sepasang boot yang kuat dapat mencerminkan kesungguhan pembuatnya dalam membuat boot yang berkualitas baik. Seperti yang selama ini ia lakukan dalam usaha sepatu boot miliknya yang mulai ia rintis di tahun 1997.

Semuanya berawal dari kecintaan Tegep dengan sepatu boot di saat SMA. Di kala itu, ia kerap kali memakai sepatu boots untuk menyelaraskan hobinya naik motor besar (yang memang identik dengan aksesoris sepatu boot).

“Tapi saat itu sangat sulit untuk mendapatkan sepatu boot dengan kualitas yang baik dan dengan desain yang bagus, “ kata Tegep. “Itupun kalau ada hanya produk-produk impor yang harganya jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan harga di tempat asalnya. Karena itu biasanya kalau ada kesempatan atau kepada siapapun yang pergi ke luar negeri, saya selalu titip untuk dibelikan sepatu boot.”

Akhirnya karena kesulitan tersebut, di tahun 1997, ia mulai membuat sepatu bootnya sendiri yang dilanjutkan dengan memulai bisnis sepatu boot. Saat itu, Tegep bekerjasama dengan salah satu pengrajin sepatu di Cibaduyut, Bandung. Namun karena krisis moneter, kerjasama itu tidak berlangsung lama. Hingga di tahun 1998, ia mulai merintis usahanya sendiri bernama Tegep Boots dengan mendirikan sebuah toko di bilangan jalan Pelajar Pejuang, Bandung.

Tegep boots adalah crafted and handmade boots. Tegep sendiri yang turun langsung mendesain semua sepatu yang ia jual yang rata-rata merupakan custom made. Dalam layanan custom made ini, Tegep menawarkan metode identifikasi type anatomi kaki (FOOT ID) yang dilanjutkan oleh pengukuran kaki. Sehingga dimungkinkan setiap orang mempunyai sepatu yang akan nyaman dipakai hanya oleh pemiliknya.

Pada jenis sepatu yang diproduksi Tegep Boots seperti cowboy boots, biker boots, engineer/safety boots hingga ladies boot hampir semuanya menggunakan bahan kulit asli dari Indonesia. Dan untuk beberapa produknya menggunakan bahan denim (jeans).

Saat ini selain memproduksi sepatu, Tegep Boots juga memproduksi berbagai aksesoris terutama aksesoris bagi para biker atau pecinta motor besar, antara lain jacket, rompi maupun sadle seat.

Dan mulai di tahun 2007, kami di Gusto Sign bekerjasama dengan Tegep Boots untuk beberapa produknya tersebut. “Di tahun 2007 kami sama-sama menjadi salah satu peserta dalam suatu pameran, dimana dalam pameran tersebut saya tertarik dengan teknik laser engraving yang dimiliki GUSTO. Memang teknik laser ini termasuk hal baru pada saat itu. Akhirnya dari situ kita mulai kerjasama untuk melakukan project-project bersama dengan GUSTO,” jelas Tegep.

Akhirnya dimulailah kerjasama kami dengan Tegep Boots yang hingga kini masih berjalan. Sudah banyak produk Tegep yang kami percantik dengan teknologi laser engraving.


Untuk proses kerja dalam melaser engraving produk Tegep Boots, secara umum dibagi menjadi beberapa tahapan:

  1. Desain Full dilakukan di Tegep Boots.
  2. File di email ke Gusto Sign dan dilakukan technical discusion.
  3. Gusto Sign melakukan laser test material, dan dilakukan technical discusion lanjutan.
  4. Proses pengerjaan dilakukan.

Ke depannya, kerjasama antara Gusto Sign dan Tegep Boots ini akan terus berjalan seraya kami dan Tegep Boots terus merancang dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk pengembangan produk dengan kemampuan yang dimiliki Gusto Sign dan Tegep Boots.

Saat ini, selagi Tegep Boots terus memproduksi sepatu-sepatu boot berkualitas tinggi, Tegep sendiri mempunyai sebuah cita-cita mulia bagi perkembangan pengrajin sepatu di Indonesia. Seperti yang ia ungkapkan berikut ini: “Saya bercita-cita ingin mendirikan pusat desain sepatu di Indonesia; sebagai tempat pengkajian, pengembangan, dan pemberdayaan, baik dari segi ekonomi maupun desain dan juga sekaligus sebagai simpul pertemuan dari semua pemegang kepentingan.”


Tegep Boots

Jalan Pelajar Pejuang 45 No 104

Bandung – Indonesia

www.tegepboots.com

Monday, June 15, 2009

Dan Funderburgh in Fellow Traveler


Dan Funderburgh ialah illustrator, seniman dan desainer wallpaper yang karya-karyanya banyak bermain dalam ranah kesenian dekoratif.

Baru-baru ini, ia berpartisipasi dalam group show yang berjudul Fellow Traveler yang diselenggarakan pada Gallery Riviera di New York.

Pada pamerannya kali ini, ia menampilkan rangkaian karya terbarunya yang banyak menggunakan material cardboard yang diberi sentuhan laser engraving yang menghasilkan pola-pola gambar dari berbagai macam perkakas.

Selain itu, Dan Funderburgh juga menampilkan karyanya yang diberi judul Papel Picada yang terbuat dari material kertas yang di laser cutting. Dalam karya Papel Picada ini, Dan terinspirasi dari pattern dekoratif milik kesenian tradisional masyarakat Mexico.


via (proteinos)

Friday, May 29, 2009

We Heart toimoi


Toimoi adalah art showcase dan designer shop yang didirikan untuk mengakomodir sekaligus mempromosikan karya para seniman yang sedang berkembang dan desainer muda di Indonesia. Disini, karya para seniman muda, mahasiswa grafis atau siapapun dapat ditampilkan sekaligus dijual pada publik.

Toimoi didirikan di tahun 2004 dengan didasari oleh perkembangan yang semakin pesat dari generasi baru dunia kesenian kontemporer di Indonesia namun kurang mendapat fasilitas dalam menampilkan karya-karya mereka. Mulai tahun 2006, toimoi juga kerap kali digunakan sebagai tempat eksebisi dari berbagai pameran kesenian.

Pada tokonya yang terletak di bilangan Kemang, Jakarta Selatan ini, toimoi menjual berbagai karya mulai dari lukisan, poster, mainan, produk interior, aksesoris atau apapun itu selama karya-karya tersebut menawarkan sesuatu yang baru, unik dan segar.

Untuk dapat menghasilkan karya yang baru dan segar, maka workshop seperti Gusto Sign dapat menjadi salah satu wadah untuk memfasilitasi hal tersebut. “Peranan workshop seperti Gusto cukup membantu kami berkreasi dengan lebih maksimal,” kata Rahmi, salah satu desainer toimoi, “Gusto menawarkan solusi dan fasilitas yang memudahkan desainer untuk bereksperiman dengan ide-ide dan desain-desain baru.”


Kerjasama Gusto Sign dengan toimoi sudah terjalin semenjak tahun 2007 hingga kini. Beberapa produk unik karya para desainer toimoi seperti coaster berbentuk pasport dengan bahan MDF, gantungan berbahan kulit untuk tempat pensil ataupun pasport holder yang juga dari bahan kulit, semuanya telah kami percantik melalui teknis pengerjaan yang rata-rata menggunakan laser engraving.

Selain menawarkan desain yang unik, dalam produk-produknya kini, toimoi juga menawarkan sebuah konsep desain yang ramah lingkungan, sebagai reaksi dari krisis lingkungan global yang saat ini marak terjadi.

Dalam produk-produk terbarunya, toimoi menampilkan desain-desain yang lebih mengarah kepada sustainable desain. “Kita lagi mencoba mengarah kesana pelan-pelan. Singkatnya sih desain-desain toimoi sekarang mulai memperhatikan lingkungan,” jelas Rahmi.

Seperti produk carpet with cushion di samping ini.

Dalam produk ini, toimoi ingin mengajak orang-orang untuk mengisi sendiri cushionnya dengan menggunakan berbagai material, seperti handuk ataupun baju-baju bekas.

Sementara itu, pada produk coffee table dengan ornamen pop up yang ada di bawah ini, toimoi menggunakan bahan dasar kayu yang berasal dari kayu jati mengingat sifat dasar kayu jati yang kuat, tahan lama serta finishingnya yang natural tanpa bahan kimia apapun.







Dari berbagai keunggulan yang dimiliki toimoi seperti konsep desain yang kuat, produk-produk yang unik dan menyegarkan serta sikap mereka yang terus mendukung generasi baru kesenian di Indonesia, membuat kami di Gusto Sign tidak pernah berpaling untuk terus mencintai toimoi.

http://toimoi.co.id/

Thursday, May 14, 2009

Interview with Sarah Kelly of Saloukee



Perkenalkan, Sarah Kelly. Perempuan 25 tahun asal Inggris ini ialah desainer perhiasan wanita. Perhiasan yang ia ciptakan, semuanya terbuat dari material kertas yang telah dilaser cutting.

Terinspirasi dari korset wanita jaman Victoria, Sarah Kelly di bawah nama Saloukee – perusahaan yang ia dirikan sendiri- telah membawa angin segar dalam dunia perhiasan wanita sekarang ini.




Berikut ini adalah petikan wawancara kami dengan Sarah yang berbicara tentang kecintaannya dengan material kertas, kesalahan yang membawa anugerah hingga rahasia utamanya dalam membuat perhiasan-perhiasan yang cantik ini.

Mengapa kamu memilih material kertas sebagai bahan dasar dari perhiasan yang kamu buat?

Saya menggunakan kertas karena kertas menciptakan nuansa yang terlihat simpel dan juga kertas mempunyai sentuhan rasa yang berbeda dari kebanyakan material lainnya yang biasa digunakan untuk membuat perhiasan.

Dan juga pada setiap proses pembuatan perhiasan dari Saloukee, kami tidak melakukan proses tradisional seperti pembuatan perhiasan pada umumnya. Karena kami membuatnya dengan teknologi yang ramah lingkungan. Dan hanya material kertas yang dapat melakukan itu.

Jenis kertas seperti apa yang sering kamu gunakan dalam membuat perhiasan?

Saya menggunakan medium weight embossed stationary paper buatan UK yang bisa di daur ulang hasil dari produksi yang ramah lingkungan.


Selain kertas, ada material lain yang kamu gunakan?

Di luar material kertas, dalam membuat perhiasan ini saya juga menggunakan nickel rivets dan pita yang terbuat dari bahan satin. Keduanya lebih berfungsi untuk mempercantik saja hasil akhir dari perhiasan yang saya buat.

Seberapa penting peran laser cutting untuk karya kamu?

Laser cutting sangat penting untuk karya-karya saya. Bagi saya, fungsi laser cutting tidak hanya untuk menunjang unsur estetika saja, namun juga membantu saya untuk menciptakan desain dengan ukuran presisi. Saya dapat menciptakan berbagai inovasi desain sejauh saya terus menambah pengetahuan mengenai teknik laser cutting ini.


Apakah kamu mempunyai mesin laser sendiri? Atau kamu mengerjakannya pada sebuah perusahaan yang menyediakan jasa laser cutting?

Saya tidak mempunyai mesin laser cutting sendiri namun saya mempunyai akses pada sebuah perusahaan yang mempunyai mesin laser cutting. Ini artinya saya dapat langsung mengoperasikan sendiri mesin lasernya. Jadi saya dapat mengontrol langsung semua material dan settingannya.


Ada tips dalam mendesain karya yang berasal dari material dengan permukaan rata menjadi bentuk 3 dimensi?

Satu-satunya tips yang dapat saya berikan ialah nikmati lah desainmu sendiri. Desain yang saya buat adalah hasil dari trial and error. Seringkali desain baru yang saya ciptakan adalah hasil dari kesalahan-kesalahan teknis yang saya buat.

Saya selalu menikmati mengerjakan karya dengan material kertas;merubah kertas menjadi bentuk 3 dimensi dan laser cutting adalah teknologi yang sempurna untuk menunjang hal tersebut.


untuk melihat koleksi perhiasan yang ia buat, dapat dilihat disini: www.saloukee.com

untuk mengikuti berita-berita terbaru mengenai Saloukee, dapat dilihat pada blognya di alamat ini: http://saloukees.wordpress.com/