Showing posts with label Collaboration. Show all posts
Showing posts with label Collaboration. Show all posts

Sunday, June 21, 2009

These Boots Are Made For Walkin’


“Sepasang sepatu boot yang kuat akan lebih banyak membantu kejayaan sosialisme daripada mata berwarna hitam” begitu kata penulis asal Rusia Maxim Gorky.

Namun bagi Tegep Oktaviansyah, sepasang boot yang kuat dapat mencerminkan kesungguhan pembuatnya dalam membuat boot yang berkualitas baik. Seperti yang selama ini ia lakukan dalam usaha sepatu boot miliknya yang mulai ia rintis di tahun 1997.

Semuanya berawal dari kecintaan Tegep dengan sepatu boot di saat SMA. Di kala itu, ia kerap kali memakai sepatu boots untuk menyelaraskan hobinya naik motor besar (yang memang identik dengan aksesoris sepatu boot).

“Tapi saat itu sangat sulit untuk mendapatkan sepatu boot dengan kualitas yang baik dan dengan desain yang bagus, “ kata Tegep. “Itupun kalau ada hanya produk-produk impor yang harganya jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan harga di tempat asalnya. Karena itu biasanya kalau ada kesempatan atau kepada siapapun yang pergi ke luar negeri, saya selalu titip untuk dibelikan sepatu boot.”

Akhirnya karena kesulitan tersebut, di tahun 1997, ia mulai membuat sepatu bootnya sendiri yang dilanjutkan dengan memulai bisnis sepatu boot. Saat itu, Tegep bekerjasama dengan salah satu pengrajin sepatu di Cibaduyut, Bandung. Namun karena krisis moneter, kerjasama itu tidak berlangsung lama. Hingga di tahun 1998, ia mulai merintis usahanya sendiri bernama Tegep Boots dengan mendirikan sebuah toko di bilangan jalan Pelajar Pejuang, Bandung.

Tegep boots adalah crafted and handmade boots. Tegep sendiri yang turun langsung mendesain semua sepatu yang ia jual yang rata-rata merupakan custom made. Dalam layanan custom made ini, Tegep menawarkan metode identifikasi type anatomi kaki (FOOT ID) yang dilanjutkan oleh pengukuran kaki. Sehingga dimungkinkan setiap orang mempunyai sepatu yang akan nyaman dipakai hanya oleh pemiliknya.

Pada jenis sepatu yang diproduksi Tegep Boots seperti cowboy boots, biker boots, engineer/safety boots hingga ladies boot hampir semuanya menggunakan bahan kulit asli dari Indonesia. Dan untuk beberapa produknya menggunakan bahan denim (jeans).

Saat ini selain memproduksi sepatu, Tegep Boots juga memproduksi berbagai aksesoris terutama aksesoris bagi para biker atau pecinta motor besar, antara lain jacket, rompi maupun sadle seat.

Dan mulai di tahun 2007, kami di Gusto Sign bekerjasama dengan Tegep Boots untuk beberapa produknya tersebut. “Di tahun 2007 kami sama-sama menjadi salah satu peserta dalam suatu pameran, dimana dalam pameran tersebut saya tertarik dengan teknik laser engraving yang dimiliki GUSTO. Memang teknik laser ini termasuk hal baru pada saat itu. Akhirnya dari situ kita mulai kerjasama untuk melakukan project-project bersama dengan GUSTO,” jelas Tegep.

Akhirnya dimulailah kerjasama kami dengan Tegep Boots yang hingga kini masih berjalan. Sudah banyak produk Tegep yang kami percantik dengan teknologi laser engraving.


Untuk proses kerja dalam melaser engraving produk Tegep Boots, secara umum dibagi menjadi beberapa tahapan:

  1. Desain Full dilakukan di Tegep Boots.
  2. File di email ke Gusto Sign dan dilakukan technical discusion.
  3. Gusto Sign melakukan laser test material, dan dilakukan technical discusion lanjutan.
  4. Proses pengerjaan dilakukan.

Ke depannya, kerjasama antara Gusto Sign dan Tegep Boots ini akan terus berjalan seraya kami dan Tegep Boots terus merancang dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan untuk pengembangan produk dengan kemampuan yang dimiliki Gusto Sign dan Tegep Boots.

Saat ini, selagi Tegep Boots terus memproduksi sepatu-sepatu boot berkualitas tinggi, Tegep sendiri mempunyai sebuah cita-cita mulia bagi perkembangan pengrajin sepatu di Indonesia. Seperti yang ia ungkapkan berikut ini: “Saya bercita-cita ingin mendirikan pusat desain sepatu di Indonesia; sebagai tempat pengkajian, pengembangan, dan pemberdayaan, baik dari segi ekonomi maupun desain dan juga sekaligus sebagai simpul pertemuan dari semua pemegang kepentingan.”


Tegep Boots

Jalan Pelajar Pejuang 45 No 104

Bandung – Indonesia

www.tegepboots.com

Friday, May 29, 2009

We Heart toimoi


Toimoi adalah art showcase dan designer shop yang didirikan untuk mengakomodir sekaligus mempromosikan karya para seniman yang sedang berkembang dan desainer muda di Indonesia. Disini, karya para seniman muda, mahasiswa grafis atau siapapun dapat ditampilkan sekaligus dijual pada publik.

Toimoi didirikan di tahun 2004 dengan didasari oleh perkembangan yang semakin pesat dari generasi baru dunia kesenian kontemporer di Indonesia namun kurang mendapat fasilitas dalam menampilkan karya-karya mereka. Mulai tahun 2006, toimoi juga kerap kali digunakan sebagai tempat eksebisi dari berbagai pameran kesenian.

Pada tokonya yang terletak di bilangan Kemang, Jakarta Selatan ini, toimoi menjual berbagai karya mulai dari lukisan, poster, mainan, produk interior, aksesoris atau apapun itu selama karya-karya tersebut menawarkan sesuatu yang baru, unik dan segar.

Untuk dapat menghasilkan karya yang baru dan segar, maka workshop seperti Gusto Sign dapat menjadi salah satu wadah untuk memfasilitasi hal tersebut. “Peranan workshop seperti Gusto cukup membantu kami berkreasi dengan lebih maksimal,” kata Rahmi, salah satu desainer toimoi, “Gusto menawarkan solusi dan fasilitas yang memudahkan desainer untuk bereksperiman dengan ide-ide dan desain-desain baru.”


Kerjasama Gusto Sign dengan toimoi sudah terjalin semenjak tahun 2007 hingga kini. Beberapa produk unik karya para desainer toimoi seperti coaster berbentuk pasport dengan bahan MDF, gantungan berbahan kulit untuk tempat pensil ataupun pasport holder yang juga dari bahan kulit, semuanya telah kami percantik melalui teknis pengerjaan yang rata-rata menggunakan laser engraving.

Selain menawarkan desain yang unik, dalam produk-produknya kini, toimoi juga menawarkan sebuah konsep desain yang ramah lingkungan, sebagai reaksi dari krisis lingkungan global yang saat ini marak terjadi.

Dalam produk-produk terbarunya, toimoi menampilkan desain-desain yang lebih mengarah kepada sustainable desain. “Kita lagi mencoba mengarah kesana pelan-pelan. Singkatnya sih desain-desain toimoi sekarang mulai memperhatikan lingkungan,” jelas Rahmi.

Seperti produk carpet with cushion di samping ini.

Dalam produk ini, toimoi ingin mengajak orang-orang untuk mengisi sendiri cushionnya dengan menggunakan berbagai material, seperti handuk ataupun baju-baju bekas.

Sementara itu, pada produk coffee table dengan ornamen pop up yang ada di bawah ini, toimoi menggunakan bahan dasar kayu yang berasal dari kayu jati mengingat sifat dasar kayu jati yang kuat, tahan lama serta finishingnya yang natural tanpa bahan kimia apapun.







Dari berbagai keunggulan yang dimiliki toimoi seperti konsep desain yang kuat, produk-produk yang unik dan menyegarkan serta sikap mereka yang terus mendukung generasi baru kesenian di Indonesia, membuat kami di Gusto Sign tidak pernah berpaling untuk terus mencintai toimoi.

http://toimoi.co.id/

Tuesday, May 26, 2009

Box Design Competition




Lomba Desain Box Susan Album Photo & Gusto Sign bersama Majalah VERSUS
adalah ajang kompetisi yang digelar dengan tujuan mengajak para pelaku
industri kreatif baik professional maupun mahasiswa desain komunikasi
visual untuk berpartisipasi dalam merancang Gift Box dengan menggunakan
teknologi dan kemampuan yang dimiliki oleh Susan Album Photo dipadu dengan teknologi laser cutting yang dimiliki oleh Gusto Sign.

Lomba ini juga didukung oleh institusi dan organisasi terkait dari
komunitas desain grafis seperti: DGI (desain grafis indonesia, sebuah
forum online) FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia); sebuah organisasi
nirlaba untuk komunitas grafis dengan fokus pada studi dan edukasi serta
ADGI (Asosiasi Desain Grafis Indonesia); merupakan asosiasi untuk para
profesional di industri desain grafis.


Pendaftaran peserta mulai dibuka semenjak awal bulan Mei 2009 hingga batas akhirnya pada tanggal 23 Juni 2009. Rancangan yang menjadi finalis akan dipamerkan dalam bentuk sesungguhnya (box jadi dengan laser cutting) pada stand Susan Album dan stand Gusto Sign di FGD Expo 2009 yang akan berlangsung pada tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2009.

Lalu pada tanggal 22 mei 2009 yang lalu telah dilaksanakan briefing untuk para peserta. Briefing ini bertempat di toko buku Kinokuniya di Senayan City, Jakarta dengan dihadiri kurang lebih 100 peserta.

Karena permintaan yang cukup banyak oleh beberapa peserta yang berdomisili di kota Bandung, maka pada tanggal 26 Mei 2009, briefing kembali diadakan yang kali ini dilaksanakan di kota yang juga menjadi lokasi dari workshop Gusto Sign ini.


Bertempat di kantor Gusto Sign di jalan Kopo, Bandung, briefing kedua ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Martin Felichiano dari Gusto Sign, Caroline F Sunarko dari Versus Magazine dan Lio Adrian dari Susan Photo Album. Ketiganya masing-masing menjelaskan berbagai hal yang menyangkut product packaging, laser cutting hingga teknis perlombaan.





Untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi ini dan juga untuk mengisi form pendaftaran, silahkan mengunjungi website gusto sign di sini.




Saturday, April 25, 2009

Gusto Sign vs Concept Magazine

Pada tahun 2007 yang lalu, Gusto Sign bekerja sama dengan majalah desain grafis Concept dalam mengerjakan kover untuk edisi ulang tahun Concept yang ketiga.

Dalam edisi yang menampilkan isu Urban Art ini, kami merealisasikan mimpi yang tertunda dari teman-teman di Concept yang sudah lama mendambakan kover majalah mereka diberi sentuhan laser cutting.

Setelah ada kesepakatan antara kami dengan teman-teman di Concept untuk pengerjaan kover majalah, langkah kami selanjutnya adalah memberi pengarahan kepada tim kreatif dari Concept mengenai teknis pengerjaan laser cutting, terutama untuk tingkat kerumitan desain dan jenis kertas yang tepat. Untuk material kertas yang digunakan pada kover ini adalah kertas Rives Reflection 320 gsm yang disediakan oleh Suryafancy.

Akhirnya, setelah proses yang cukup panjang, pengerjaan kover majalah Concept edisi ulang tahun ketiga yang diberi sentuhan laser cutting berjalan sukses dengan hasil yang memuaskan bagi kami dan juga teman-teman di Concept Magazine.




kredit:
Creative Director: Djoko Hartanto
Art Director: Vera Tarjono
Ilustrator: Ferdinand Arie
Laser Cutting: Gusto Sign

* klik pada gambar untuk tampilan lebih besar

Friday, April 24, 2009

Laser Cutting Valentine Card

Dalam rangka perayaan hari Valentine pada bulan Februari yang lalu, Gusto Sign saling berbagi kasih sayang dengan percetakan Subur dan Kineto Design House untuk membuat sebuah kartu ucapan Valentine.

Kineto mendesain kartu Valentine ini dengan bentuk diorama yang terdiri dari tiga lembar yang masing-masingnya menampilkan kegiatan dari sepasang kekasih, mulai dari makan malam bersama hingga saling memberi bunga.


Di sampul belakang dari kartu ucapan Valentine ini, dipenuhi oleh berbagai bahasa daerah di Indonesia yang kesemuanya mempunyai arti yang sama: aku cinta kamu.


Tentunya, kami di Gusto Sign bertugas untuk mempercantik kartu ucapan ini dengan teknik laser cutting yang menjadi salah satu dari spesialisasi kami.

* klik pada gambar untuk tampilan lebih besar